5 Faktor Penyebab Gagalnya Eden Hazzard di Madrid

5 Faktor Penyebab Gagalnya Eden Hazzard di Madrid

Winger eksplosif Belgia, Eden Hazzard memilih untuk pensiun di usia yang masih relatif muda untuk seorang pesepakbola, yakni 32 tahun. Keputusan pensiun dini itu diambil karena Hazzard merasa kehilangan gairah dalam bermain sepakbola. Ini jadi cerita menyedihkan dari eks pemain Chelsea tersebut.

Kegagalan tampil baik bersama Real Madrid juga jadi penyebabnya. Sebenarnya ada beberapa faktor yang membuat Hazzard gagal total di Madrid hingga bikin mentalnya hancur hingga lebih memilih pensiun. Berikut ini 5 faktor penyebab gagalnya karir Eden Hazzard di Real Madrid.

1. Cedera Berkepanjangan

Salah satu kegagalan Edn Hazzard adalah cedera yang berkepanjangan. Setelah gabung ke Madrid, Hazzard mengalami beberapa cedera yang parah. Cedera itu membuat Eden Hazzard harus menepi selama berbulan – bulan. Alhasil, sentuhannya seperti hilang dan semua kemampuannya lenyap.

Bisa dibilang masa cedera dari Hazard datang di waktu yang tidak tepat. Sebab, saat Hazard cedera, El Real justru bisa bermain dengan sangat baik. Bahkan jadi juara Liga Champions Eropa secara berturut – turut. Tak ada andil besar Hazard dari keberhasilan meraih Liga Champions.

2. Tampil Buruk Saat Dimainkan

Faktor berikutnya adalah penampilan yang kurang mengesankan dari Hazzard saat diturunkan. Hazzard ketika dipasang sebagai starter gagal menunjukkan kontribusi maksimal. Pun demikian ketika dipasang sebagai pemain pengganti. Hal ini berpengaruh terhadap mental eks kapten timnas Belgia itu.

Penampilan Hazard memang jauh dibandingkan ketika dia masih membela Chelsea. Ketika membela Chelsea, Hazard tampil dengan sangat baik di sisi sayap. Namun hal tersebut tak bisa ditemui saat membela Real Madrid. Kepercayaan diri sang pemain pun jadi ikut menurun hingga akhirnya memilih pensiun,

3. Gagal Bersaing dengan Pemain Muda

Hal lain yang juga bikin Eden Hazzard gagal bersinar bersama Madrid adalah eksodus pemain mudah di Los Blancos. Tak berapa lama setelah pindah ke Real Madrid, Hazzard punya saingan pemain mudah yang didatangkan manajemen Madrid. Contohnya seperti Vinicius dan Rodrygo yang jauh lebih mudah dan lebih eksplosif di lapangan.

Saat Vinicius dan Rodrygo berada di puncak performa, Hazard hanya bisa duduk manis bangku cadangan. Ia masuk ke lapangan ketika pertandingan sudah tak menentukan atau bertanding di kompetisi kelas dua seperti Copa del Rey. Hazard benar – benar gagal bersaing dengan pemain muda.

4. Tak Cocok dengan Ancelotti

Masalah berikutnya datang dari sang pelatih, Carlo Ancelotti. Sejak datang ke Real Madrid, hubungan antara Hazzard dan Ancelotti memang tak cukup baik. Don Carlo kerap memberikan kritik terhadap penampilan Hazzard. Itu juga yang bikin mental Hazzard turun. Hubungan yang tak harmonis ini memang jadi biang keladi turunnya performa Hazzard.

Ancelotti memang tak terlalu senang dengan gaya main Eden Hazzard. Apalagi di saat yang bersamaan, muncul talenta baru macam Vinicius dan Rodrygo. Ancelotti lebih memilih untuk pasang Vinicius dan Rodrygo yang lebih muda dan lebih eksplosif.

5. Tak Sanggup Hadapi Tekanan Fans Madrid

Hazzard juga mendapatkan tekanan yang tinggi dari fans Real Madrid. Sebagai pemain yang dibeli secara mahal, para pendukung El Real berhadap agar Hazzard bisa berikan kontribusi lebih. Nyatanya, Hazzard tetap saja tak bisa memberikan kontribusi yang lebih dan maksimal.

Fans Madrid memang sering memberikan kritik keras kepada Hazzard. Semua fans Madrid berharap Hazard bisa memberikan kontribusi yang sangat maksimal karena sudah dibeli dengan harga mahal. Tekanan tiada henti dari para suporter inilah yang juga mempengaruhi mental dari Hazzard.

Kesimpulan

Itulah tadi 5 faktor penyebab gagalnya karir Eden Hazzard di Real Madrid. Kegagalan Eden Hazzard ini memang mengejutkan banyak pihak. Ia digadang – gadang jadi generasi baru dari los Galacticos. Sayangnya, Hazzard justru gagal total ketika pindah ke Real Madrid.

Hazzard kini lebih memilih berhenti total dari aktivitas sepakbola yang telah membesarkan namanya. Ia lebih memilih untuk memperbaiki mentalnya yang telah hancur akibat gabung ke Real Madrid. Hazzard akan dikenang terus sebagai talenta yang tersia  – siakan di Real Madrid.

Pecinta sepakbola dan bulu tangkis. Menulis adalah salah satu cara terbaik saya mengekspresikan diri dan hobi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Menarik Lainnya: